Orca: ‘Killer Whale’ yang Penyayang dan Tidak Pernah Mengganggu Manusia
By Christie Damayanti
villagewiki.pbworks.com
Salah satu mamalia laut adalah paus. Dan
salah satu paus disebut sebagai paus pembunuh, sering disebut ‘Orca’ (
Orca Orcinus ). Mamalia laut ini, berbentuk seperti ikan tetapi tidak di
sebut sebagai ikan, hanya ‘paus’ dan orca disebut ‘paus pembunuh.’
Habitatnya di daerah dingin, Kutub Utara dan Antartika. Walaupun paus
pembunuh, Orca tidak membunuh manusia, tetapi hanya makan ikan atau
jenis yang besar memakan singa laut atau anjing laut. Orca dianggap
sebagai predator bahkan orca mampu membunuh ikan hiu putih ( jenis hiu
yang paling ganas, sering di juluki ‘Jaws’ ).
White shark ini adalah ikan hiu
putih, yang terganas di kelompoknya. Sering disebut ‘Jaws’ ( film yang
ber-seri2 tahun 1980-an ). Aku di depat kerangka rahang ikan hiu putih
dewasa. Bayangkan, ikan ini besar, dan kadang2 lebih besar dari anak
Orca, tetapi hiu putih takut dengan Orca ….. Sehingga Orca dianggap bisa
‘merangkul’ manusia jika ‘tersesat’ di lautan …..
Orca sangat ’sosial’, beberapa jenis
hidup berkelompok. Dengan badannya yang tidak terlalu besar, Orca bisa
berinteraksi dengan manusia dan bisa di ‘latih’ di salah satu konsevasi
satwa laut di Amerika ( Sea Word ). Orca mempunyai teknik berburu yang
canggih dan perilaku mereka dijadikan manifestasi dari budaya. Orca
sangat menonjol dalam mitologi budaya asli dengan reputasi mereka.
Kehidupan kita haruslah seimbang, bukan
hanya behubungan dengan sesame kita manusia, tetapi kita juga harus
memperhatikan sesame makhluk hidup di sekeliling kita ; hewan dan
tumbuhan. Sedikit untuk hewan, kita memang bisa hidup berdampingan
dengan hewan, masing2 bisa memberikan ’sesuatu’ untuk kehidupan kita,
’simbiosisi mutualitis’. Termasuk juga mamalia laut, paus pembunuh atau
Orca.
Orca hanya memakan ikan2 kecil, penguin
dan anjing laut dan Orga tidak pernah terlihat mengganggu manusia,
apalagi memakan manusia. Justru Orca sangat penyayang, seperti
lumba-lumba.
Seekor Orca sedang ‘menyantap’
beberapa penguin kecil. Orca tidak akan membunuh ikan atau penguin atau
anjing laut, KECUALI memang membutuhkan makanan …..
Pertama aku melihat Orca, sewaktu aku SD
di Sea World San Diego, California, aku terkesima. Seekor ikan paus
pembunuh ( dulu, aku belum mengenak ‘mamalia’, semua menurut aku adalah
‘ikan paus’ ). Memang, Orca dewasa tidak sebesar paus2 lain, tetapi
tetap saja lebih besar dari Lumba-lumba / Dolphin. Badan Orca yang besar
dan gempal, tidak seperi lumba-lumba dan warna hitam-putih yang khas,
membuat gampang mengingatnya. Beritu aku pertama kali melihat Orca dan
melihat kepiawaiannya, semua memberkas di kepalaku.
Beberapa atraksi di Sea World.
Badannya yang khas, berwarna hitam dengan bercak2 putih simetris,
membuat kita gampang mengingatnya.
Kolam tempat beberapa Orca beratraksi di Sea World. Beberapa Orca yang kita bisa lihat melalui kaca kolam ini.
Orca, ataupun lumba-lumba, atau jenis paus yang lain, memang jenis mamalia laut yang pandai. Paus tidak disebut ‘ikan paus’ tetapi hanya ‘paus’ saja karena mereka bukan ikan ( lihat tulisanku ‘Whale Watching’: Menonton Paus di Habitatnya
). Di beberapa titik lautan, lumba-lumba bisa diandalkan untuk menolong
manusia jika dalam bahaya ( misalnya, kapal karam atau di serang ikan
hiu ). Dan walau Orca tidak secerdik lumba-lumba, Orca juga bisa di
andalkan untuk bersahabat dengan manusia ( seperti film ‘Free Willy’
sekita tahun 1980-an ).
Orca dan lumba-lumba memang
besahabat, dengan menyandang ’sahabat dari lautan’ sering ‘dimintakan’
pertolongan bila manusia ‘tersesat’ di lautan.
Seperti di Gelanggang Samudra Ancol,
konservatori paus pembunuh menjadi perhatian banyak kalangan. Jika
konservatori lumba-lumba banyak terdapat di banyak negara, lain halnya
dengan Orca. Ya, memang karena habitatnya lah, Orca hanya bisa di daerah
dingin, tidak mungkin Orca ‘hidup’ di Jakarta yang merupakan daerah
tropis. Orca juga bisa dilatih seperti lumba-lumba, untuk meloncat dan
meliuk2kan tubuhnya juga bisa dilatih untuk berhitung.
Orca dan lumba-lumba memiliki tubuh
yang ’streamline’ ( ingat tidak, di pelajaran biologi kelas 3 SMP, bahwa
paus tubuhnya sangat bisa berputar, berloncatan dan sangat luwes? ).
Jika kita memegang dan mengusap
lumba-lumba di Gelanggang Samudra Ancol, kita merasakan kulitnya yang
‘mulus’ dan kita bisa memeluknya karena tubuh lumba-lumba tidak jauh
berbeda dengan tubuh manusia. Tetapi jika kita memegang dan mengusap
tubuh Orca, kita sedikit ‘gamang’. Mengapa? Walau Orca yg di Sea World
sudah terlatih ( sudah jinak ), aku merasakan mata yang ‘mengawasiku’ (
karena aku berdiri untuk memegang, ‘memeluk’ dan dicium Orca dan
pandangan mataku sejajar dengan si Orca setelah ‘keluar’ dari kolam ).
Matanya yang kecil ( tidak sebanding dengan badannya yang besar ),
selalu menatap sayu, bukan menatap garang. Buatku, itu mennandakan bahwa
Orca adalah makhluk yang lebut hati, tidak seperti ikan hiu yang selalu
menatap ‘garang’ …..
Walau tubuhnya besar, tetapi Orca
memiliki hati yang lembut. Lihatlah matanya ….. sangat tidak sebanding
dengan tubuhnya, dan matanya selalu menatap kita dengan sayu …..
Orca selalu berpindah / berimigrasi
dengan keluarga kecilnya, dari satu tepat ke tempat yang lain. Jika kita
ingat cerita tentang anak Orca yang ‘kehilangan’ anaknya ketika mereka
ber-imigrasi, terlihat bahwa Orca bisa di latih seperti lumba-lumba,
karena Orca memang merupakan makhluk laut yang pintar.
Sebuah keluarga Orca yang bahagia ( lihat, ada beberapa anaknya ! ) sedang berpindah untuk mencari makanan.
Beberapa karakteristik tentang Orca :
1. Badannya yang ’streamline’, sering berloncatan di atas air, seperti lumba-lumba.
2. Warnanya khas hitam putih dengan corak yang khas juga, termasuk ekornya berwarna putih sehingga gampang mengenalinya.
3. Hidup berkelompok, merupakan penyayang keluarganya, juga penyayang makhluk lainnya.
4. Berjiwa sosial, seperti lumba-lumba, walau banyak orang takut dengannya dengan menyandang jabatan ‘killer whale’.
5. Badannya termasuk sedang, bukan berbadan kecil seperti luma-lumba atau berbadan besar seperti badan2 paus lainnya.
Selain Orca sering berloncatan, juga sering membuat kagum dengan gerak2 tubuhnya yang memang streamline.
Ekornya yang putih gampang untuk mengenalinya. Hidupnya berkelmpok dan berjiwa sosial yang tinggi.
Orca atau semua paus, selalu keluar
dari air untuk bernafas. Jika bernafas, mereka bisa beberapa menit
sebelum masuk lagi ke dalam lair.
m.eb.com
Perbandingan Orca dewasa dengan manusia.
Aku adalah penyayang binatang, termasuk
dunia bawah laut. Buatku, paus adalah sangat unik. Tuhan memang
menciptakan semua makhluk dengan keunikannya sendiri2. Dan sabagai
manusia yang merupakan makhluk yang paling ‘atas’ selayaknyalah selalu
menyayangi makhluk2 hidup lainnya. ‘Mereka’ saja bisa ‘menyayangi’ kita (
dengan keterbatasannya ), pertanyaannya : mampu dan bisakah kita menyayangi mereka semua ?
Ini artikelku ya, mba April? :)
BalasHapusSalam,
Christie Damayanti - Kompasiana